Senin, 20 Januari 2014

Saya hanya ingin berbagi informasi mengenai sekolah kedokteran :) . CMIIW (Correct me if i'm wrong) . Banyak hal saya pelajari di http://forum.facmedicine.com/ . Untuk adik-adik ku yang manis kelas 12 SMAN 1 BEKASI (EDUDAYSMANSASI)

Muncul beberapa pertanyaan yang ketika saya tanyakan kepada dokter ataupun mahasiswa kedokteran mengenai pengalamannya belajar di kedokteran . Ini draft pertanyaan yang sering muncul :) .

1. "Sekolah kedokteran tuh menghafal terus dan belajarnya gimana?"
2. "Kedokteran tuh bisa diselesaikan berapa tahun ? Yang saya tahu hanya 5 tahun / 6 tahun ."
3. "Apa yang dipelajari di kedokteran ?"
4. "Bagaimana lingkungan dan anak - anak kedokteran pada umumnya ?"
5. "Perbedaan sistem lama dengan sistem baru di kedokteran ? (SKS / BLOK) 5 TAHUN / 6 TAHUN?"
6. "Apakah benar program studi pendidikan dokter rentan terhadap DROP OUT (DIKELUARKAN) ?
7. "Bagaimana prospek (tujuan/pekerjaan) setelah menjadi dokter ?"
8. "Apa saja pelajaran yang harus dipelajari serius sebelum masuk program studi pendidikan dokter?"
9. "Persaingannya ketat sekali untuk masuk program studi pendidikan dokter . Cara yang baik memantapkan hati memilih Program Studi Pendidikan Dokter?"

Saya akan menjawab pertanyaan diatas berdasarkan pengalaman saya sebagai mahasiswa kedokteran tahun 2 (20 januari 2014 , Bekasi #KamarHendi) 

Sebagai orang pertama yang masuk ke dalam program studi pendidikan dokter , saya seperti Anda yang buta terhadap program studi pendidikan dokter sebelum saya masuk . Saya mencoba mendalami jawaban pertanyaan Anda . Anggap saja saya konsultan Anda .

1. Setidaknya ini jawaban yang saya dapatkan dari kebanyakan orang . 'the status of medicine as an Art or Science" , Tentunya, seni dan ilmu menyembuhkan . Sekolah Kedokteran bisa dipastikan 70-80 persen merupakan hafalan . Loh , terus 20-30 persen nya apa ? Dan lain-lain . Nah, definisi dan lain lainnya ini yang merupakan kelebihan dari masing-masing individu. Ada yang belajar lewat gambar , ada yang belajar lewat musik , ada yang belajar lewat logika . Yang paling banyak saya temukan adalah logika . 

Tipe anak kedokteran secara belajar (menurut saya) yaitu ada yang tipikal harus belajar banget terus baru dilogika . ada yang tipikal berlogika terus tapi belajarnya biasa saja . Tinggal kalian pilih deh yang kalian bisa yang mana . Kalo kalian tidak diantara 2 itu , warning ! Memilih jurusan kedokteran tidak boleh main-main dek . Kita membuat kesalahan , pasien meninggal (grey's anatomy)

Belajarnya tergantung , pertama kenali dulu mata kuliahnya dek .
Misalkan belajar tentang anatomi . Nah, anatomi tuh ada 9 sub bab . 5 Sub Bab Pertama dipelajari 1 semester: situs osteologi (tulang) , myologi (otot) , topografi (anatomi terdiri dari berbagai pengetahuan tentang bentuk, letak, ukuran, dan hubungan berbagai struktur dari tubuh manusia sehat sehingga sering disebut sebagai anatomi topografis) , Susunan Saraf Pusat , dan organa sensuum (indera penglihatan , pendengaran dan penciuman) Organum visus. Organum vestibulocochleare. Organum olfactoria .

4 Sub Bab Kedua dipelajari 1 semester : situs colli (leher) , situs thorax (dada) , situs abdomen (perut) , situs urogenitale .

Trik-trik belajar tiap orang berbeda . Ada yang harus mempelajari teori dulu baru praktikumnya (melihat barangnya) . Ada yang harus mempelajari barangnya dulu baru teori nya . Saya termasuk tipikal orang yang teori dulu baru praktikum . Alhamdulillah lebih kuat di teori .

Pelajari dengan cara : 
1. Jika ada powerpoint , diktat (buku) dari jurusanmu , dahulukan membaca itu 
2. Baru ditambahkan dengan textbook . Kalo anatomy menurutku wajib buka atlas . Kalo di lingkunganku , bacalah buku gray's anatomy (teori) . Netter (Gambaran 3D barang anatomy) dan Yokochi (untuk ujian identifikasi) . Karena barang akan memakai cadaver (kalo di lingkunganku , maka seringlah melihat atlas Yokochi) .

Saya rasa cukup untuk pelajari hal bagaimana belajarnya . Jangan pernah beranggapan cuman baca diktat dan powerpoint doang . Tambahkan belajar textbook dan atlas . Ketebelan ? Bacanya kebanyakan ? Pikir lagi sebelum memilih jurusan kedokteran. Sekedar tips : setidaknya kalian bisa translate bahasa inggris ya . Soalnya textbook kebanyakan pakai bahasa inggris.

2. NIH ALUR NYA ! http://relly1995.blogspot.com/2013/08/waktu-yang-dihabiskan-untuk-menjadi.html



3. Yang dipelajari di kedokteran ya ? Untuk yang sistem lama , aku ada gambarnya . untuk yang sistem baru (hanya digabung-gabung aja . anatomi , histologi , biokimia , fisiologi digabung)

http://kulon.undip.ac.id/kurikulum/FK/KURIKULUM%20PENDIDIKAN%20DOKTER.pdf

4. Lingkungan anak kedokteran ? Dijamin , yang namanya masuk kedokteran tetap saja ada teman-teman yang tipikalnya rajin dan malas . Cuman berbeda dengan SMA , anak kedokteran tuh udah pada dewasa pada umumnya . Jadi , udah bisa tanggung jawab sama dirinya sendiri dan keluarganya . Calon pribadi idaman para mertua *promosianakkedokteran . Disaat anak jurusan lain hura-hura , anak kedokteran "sakit-sakit dahulu" , senang-senang nya nanti dulu ya haha .
Pengalaman tersering teman saya adalah ketika mau ujian , anak jurusan lain nyanyi-nyanyi , ketawa kenceng banget , ganggu dia yang lagi belajar . Makanya tips selanjutnya : cari temen sesama jurusan aja . Tapi kalo mau membaur , ya lebih bagus . Cuman tanggung resikonya :) . Your Life , Your choice. PS : Wanita masih diwajibkan pake rok :) . Jadi kalo udah kebiasaan ngeliat yang pake rok , bakal ngerasa risih ngeliat wanita jurusan lain pake jeans dan celana (untuk wanita)

5. Dosenku selalu bilang , "kalian tahu apa soal SKS / BLOK ?" Sebenarnya tuh model lama yang diperbaharui. Hanya saja , anak 2013- seterusnya tuh belajarnya terintegrasi . Jadi , sembari belajar anatomi nya , belajar juga fisiologi , biokimia dan histologinya . Hampir sama dengan anak lama . anak 2013-seterusnya ujian cuman berapa kali saja tapi langsung segudang materi . Kalo anak lama , terpisah-terpisah jadi memakan waktu lama untuk ujiannya . GAK USAH TAKUT SEKOLAH LAMA . Pasti Allah SWT menunjukkan yang terbaik untuk kita . Rezeki , Cita-cita , dan jodoh sudah ada yang atur . :) .

6. DROP OUT ? Anak nya kan pintar-pintar , emangnya kedokteran rentan drop out ? Jangan salah , mereka yang drop out memiliki beragam alasan . Dimulai dari faktor kurang nilai sampai faktor ekonomi . Yang mau saya soroti adalah faktor kurang nilai . Kalo faktor ekonomi , biasanya pihak jurusan membantu. Faktor kurang nilai ini yang menjadi momok menakutkan . Sebenarnya seperti tips yang saya berikan tadi , sudah cukup membantu . Seperti kata dosen saya "Ngajarin orang bodoh itu masih gampang . Bisa diajak rajin asal anaknya mau !" . Yang penting intinya niat , keinginan kuat dan hidup dinikmati . Jangan dijadikan beban . Itu yang sering dikatakan orang tua saya kepadaku . Berhenti main-main dan hura-hura . Inget status jadi anak kedokteran,

7. Pelajaran yang harus dipelajari serius sebelum masuk program studi pendidikan dokter . Kuatkan tingkat hafalannya . Terutama pada pelajaran biologi . Struktur-struktur pada manusia . Pelajari betul dan proses-proses metabolisme tubuh . Apapun itu yang berhubungan dengan manusia . Tapi , jangan khawatir . Dalam kedokteran , nanti diulang lagi tapi hanya untuk rewind sedikit saja . Sisanya BELAJAR MANDIRI . Inget! Seringlah belajar mandiri . Gak ada tuh yang namanya kayak SMA "DUH BELUM DIAJARIN , KOK DIKELUARKAN PAS UJIAN?" Itulah beda mahasiswa dan anak SMA . Selangkah lebih maju :) . 


8. Persaingannya ketat sekali untuk masuk program studi pendidikan dokter . Cara yang baik memantapkan hati memilih Program Studi Pendidikan Dokter . Kalo diurutkan secara benar-benar memantapkan :

A. Niat ( DOA USAHA IKHTIAR TAWAKAL)
B. Cari informasi seperti kayak yang anda baca saat ini . Blog Relly.
C. Tes Gaya Belajarmu . Visual , Auditorik , Motorik dsb.
D. Psikotest dan pemilihan jurusan . (ada biasanya satu paket)
E. Ngotot (tapi berotak)


Okey, saya tekankan , tolong dalam pemilihan jurusan itu gak kayak milih smp dan sma . menyangkut masa depanmu , jadi seriusin betul . Daripada masa depanmu gak jelas toh :) . Jangan ngotot FK mati juga . Itu gak bagus , sesungguhnya ceklah hatimu . Hati nurani mu yang terdalam apa yang kalian inginkan dan apa yang kalian inginkan (didepannya) . Bukan hasrat sesaat dan terus berubah.


9. "Bagaimana prospek (tujuan/pekerjaan) setelah menjadi dokter ?"






http://simplegathering.wordpress.com/fakultas-kedokteran-yang-bagus-apa-aja/

Saya : “Eh mau kuliah dimana dan ambil jurusan apa?”

Adik kelas : “Pengen ambil kedokteran a, tapi bingung..”

Saya : “Bingung gimana?”

Adik kelas : “Bingung kedokterannya mau dimana, FK yang bagus dimana ya ?”

Yak, jika saya ingat-ingat banyak sekali siswa SMA kelas 12 yang ingin melanjutkan pendidikan kedokteran yang bertanya hal demikian. Mungkin pendapat para siswa, FK yang bagus itu ya itu-itu saja, UNDIPm UI, UGM, UNAIR, UNPAD, dan FK FK di kampus sekitarnya. Sebenarnya definisi bagus yang para siswa anggap itu bagaimana sih?

Jadi, FK yang bagus itu yang mana? SEMUA FAKULTAS KEDOKTERAN DI INDONESIA ITU, BAGUS . Itulah jawaban saya jika diberikan pertanyaan demikian. Mengapa? Ya karena semua FK baik negeri maupun swasta, baik terkenal maupun tidak, lulusannya sama-sama menjadi seorang dokter. Kriteria “bagus” itu relatif. Semua orang punya penilaian masing-masing, termasuk berita tentang peringkat kualitas fakultas kedokteran di Indonesia. Jika institusi A menyebutkan urutan peringkatnya adalah FKUX, FKUY, FKUZ, bisa jadi institusi B menyebutkan urutan peringkatnya FKUZ, FKUX, FKUY. Karena komponen penilaian yang digunakan tiap institusi itu berbeda-beda. Mereka tidak hanya menilai dari kualitas pendidikan S1 saja, tapi juga S2, S3, Spesialis, sistem kurikulumnya, dsb. Komponen yang beragam ini menjadikan hasil penilaian yang beragam pula.

“Setiap institusi pendidikan tidak ada yang lebih bagus atau lebih buruk, karena masing-masing punya karakter tersendiri dalam mendidik para peserta didiknya..”

Kata-kata ini saya dapatkan dari seseorang yang menginspirasi saya, namanya Ibu Sidrotun Naim, lulusan dari Harvard Medical School. Begitu pula pendidikan kedokteran di Indonesia. Masing-masing punya karakter, ada yang belajarnya santai, ada yang belajarnya cepat, namun tetap sama-sama menghasilkan tenaga dokter.

Buat teman-teman yang ingin meneruskan pendidikan kedokteran, tidak perlu bingung yang mana yang bagus. Pilihlah sesuai keinginan dan kemampuan teman-teman, baik dari jarak, finansial, dsb. Dimanapun kalian berada, semua kembali ke diri kalian sendiri, jika kalian belajar dengan sungguh-sungguh dan menghayati pendidikan di dalamnya, Insya Allah kalian akan menjadi dokter yang berkualitas tinggi, baik secara kinerjanya, sikapnya, serta akhlaknya. Yang lebih penting lagi, belajarnya untuk persiapan tes masuk perguruan tinggi harus extra serius.



 prinsip “everything may be important, especially for someone in general medicine.

20 Januari 2014 
8.45 am 

Relly Kurniawan
@rellysan
2 Years @ Medical Faculty Diponegoro University
Ask  Everything On My Twitter or Shoutbox

In anatomy, the genitourinary system or urogenital system is the organ system of the reproductive organs and the urinary system. These are grouped together because of their proximity to each other, their common embryological origin and the use of common pathways, like the male urethra. Also, because of their proximity, the systems are sometimes imaged together.



Bekasi , 20 Januari 2014 (Senin)
Maaf jikalau banyak salah-salah kata dan baru publish sekarang.
Situs ini merupakan situs terakhir di mata kuliah anatomi . Namanya terakhir berarti istimewa . Selama ini , momok anatomy yang mencekam mahasiswa khususnya aku . Pada situs urogenitale , dokter Erie mengampu kelasku dan kelas satu lagi diajar oleh dokter Thohar (Dosen Wali ku) . Celotehan - celotehan khas nya keluar jikalau mengajar . Apalagi yang dibahas saat urogenitale adalah genitalia externa dan interna . Jelas bahan ajar mata kuliah yang membuat cowok-cowok tertawa terbahak-bahak dan cewek - cewek terdiam hanya terpana . (berasa polos)

Pada situs ini , aku menghabiskan waktuku banyak untuk praktikum bebas anatomi sampai jam 10 malem (dikampus loh) . Pengalaman belajar paling lama di kampus ya di anatomi . Kalo dinikmati , sebenarnya gak terasa beban yang kita pikul . Apalagi aku sekarang telah merampungkan anatomi ku.

Buku peganganku hanya atlas Netter dan Yokochi , special for diktat kuning System Urogenitale (yang harus banyak direvisi) . Kerjaan paling banyak di System Urogenitale adalah merevisi diktat kuning tersebut . Karena terdapat kesalah - kesalahan seperti ejaan dll .

Alhamdulillah terbayar kerja kerasku selama 1 tahun ini dan Orang tuaku tidak dipanggil oleh pihak kampus.
Perjalanan masih panjang . Baru saja aku melangkah di tahun kedua ku :) . Semangat untuk menjadi dokter spesialis yang dapat dipilih banyak orang dan dibutuhkan banyak orang . Amin ya Allah